Rabu, 18 Mei 2011

Tanggung Jawab


Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak. Tanggung jawab merupakan perbuatan yang sangat penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,karena tanpa tanggung jawab,maka semuanya akan menjadi kacau. Contohnya saja adalah jika seorang ayah tidak melakukan tanggung jawabnya mencari nafkah,maka keluarganya akan sengsara. Bagaimanapun juga tanggung jawab menjadi nomor satu di dalam kehidupan seseorang. 


Dengan kita bertanggung jawab, kita akan dipercaya orang lain,selalu tepat melaksanakan sesuatu,mendapatkan hak dengan wajarnya. Seringkali orang tidak melakukan tanggung jawabnya,mungkin di sebabkan oleh hal hal yang membuat orang itu lebih memilih melakukan hal di luar tanggung jawabnya. Sebagai contohnya,seorang pelajar mempunyai tanggung jawab belajar,sekolah,tapi karena ada game/ajakan teman yang tidak baik untuk bolos sekolah,maka seorang anak itu bisa saja melalaikan tanggung jawabnya untuk bermain/bolos sekolah. Jika kita melalaikan tanggung jawab,maka kualitas dari diri kita mungkin akan rendah. Maka itu,tanggung jawab adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan,karena tanggung jawab menyangkut orang lain dan terlebih diri kita.

Sebaiknya kita melaksanakan segala tanggung jawab kita secara beriringan dengan kewajiban yang kita miliki. Karena kewajiban dan tanggung jawab merupakan dua hal yang saling berhubungan. Sebagai manusia, kita tentu memiliki kewajiban hidup yang harus dijalankan. Untuk mendapatkan hasil terbaik, maka segala kewajiban yang kita lakukan harus dilandasi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Sehingga kita dapat meminimalisasi segala kesalahan yang akan terjadi. Dengan membiasakan melakulan hal ini dari sekarang. Tentu akan sangat membantu kita dalam menyongsong masa depan karena orang yang berhasil adalah orang yang bisa bertanggung jawab penuh atas apa yang telah diperbuatnya.



Penegakan Hukum di Indonesia


Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan yang cukup serius yaitu membangun kembali transparansi penegakan hukum sebagai bentuk dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Orang mulai tidak percaya terhadap hukum dan proses hukum ketika hukum itu sendiri masih belum dapat memberikan keadilan dan perlindungan bagi masyarakat. Pengadilan sebagai institusi pencari keadilan sampai saat ini belum dapat memberikan rasa puas bagi masyaralat bawah. 

Buktinya para koruptor milyaran bahkan triliunan rupiah masih berkeliaran dialam bebas, bolak-balik keluar negeri, hiburan kemana saja bisa dilakukan. Padahal mereka jelas-jelas korup uang negara. Bahkan ada yang sudah di putus dengan hukuman penjara pun masih bisa melakukan aktivitas sehari-harinya. Sedangkan kalau kita lihat ke bawah pencuri, jambret, perampok kecil-kecilan yang terpaksa mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidupnya harus dihajar dan dianiaya dalam proses penyidikan dikepolisian. Dan memang ini adalah merupakan kejahatan dan melanggar hukum, tetapi kalau dibandingkan dengan para koruptor (penjahat kera putih) yang hanya dapat dilakukan orang diatas dapat begitu saja lepas dari jeratan hukum. Dan ini adalah faktor aparat penegak hukumnya yang belum mampu menegakan supremasi hukum. Praktik-praktik penegakan hukum yang selama ini ditunjukkan oleh para penegak hukum, masih menunjukkan adanya ketidakterbukaan terhadap masyarakat, sehingga menimbulkan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum. 

"Di lingkungan penegak hukum, masih tidak terdapat transparansi dalam setiap proses. Seharusnya dalam setiap tahapan proses, penegak hukum menyampaikan hasilnya, sehingga para pencari keadilan dapat mengetahui apakah proses tersebut sudah berjalan sesuai dengan prosedur,"


Dalam hal ini, proses penegakan hukum harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus disampaikan secara transparan kepada para pencari keadilan. 

Hal ini banyak terkuak dalam kasus aparat penegak hukum yang seringkali memanfaatkan hukum sebagai alat untuk melahirkan impunitas yaitu kondisi dimana seseorang bisa dengan mudahnya terhindar dari jerat hukum. 

Selain itu, terdapat pula kasus rekayasa berita acara yang kemudian bermuara pada putusan, yang dilakukan karena adanya negosiasi-negosiasi antara pihak-pihak, baik secara langsung maupun melalui calo perkara," tuturnya.

Keadaan ini sangat membuat citra penegakan keadilan di Indonesia semakin terpuruk. Seharusnya kita semua segera memperbaiki masalah ini.  Para oknum penegak hukum seharusnya dapat bekerja secara transparan, jujur dan adil, tidak memihak kepada siapapun,.. kemudian, semua lembaga penegak hukum di negeri ini seharusnya saling bahu-membahu membangun keadilan dan keamanan, bukan malah saling tuduh menuduh dan tidak ada kerjasama sama sekli dalam penegakan hukum.

Penegakan hukum di negeri ini sebenarnya bisa diperbaiki. Hanya saja perlu adanya rasa kesatuan dan kebangsaan dalam menjalankannya. Sehingga tidak akan ada lagi peradilan yang tidak adil dan tidak transparan. Masyarakat pun bisa tenang dan mempercayai  kembali peradilan yang ada, sehingga akan tercipta kehidupan bernegara yang harmonis dan damai. . .  :D

Manusia dan Penderitaan


Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.

Penderitaan sebenarnya berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang  artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan darinya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. 

Dengan demikian sebenarnya arti dari sebuah penderitaan itu bermacam- macam. Namun dalam perkembangannya, penderitaan banyak membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Dengan lebih memahami arti penderitaan yang sebenarnya. Hendaknya kita tidak berlarut – larut dalam penderitaan, karena itu hanya akan membuat kita semakin terpuruk dan tidak ada gunanya sama sekali. Seharusnya kita dapat menjadikan penderitaan yang kita alami ini sebagai motivasi untuk dapat berusaha, berkerja keras agar dapat memperoleh keadaan yang lebih baik dan terlepas dari segala penderitaan yang kita alami. 

Jika kita dapat menerapkannya dalam kehidupan kita, ini dapat berguna sebagai pelajaran yang amat berharga dalam menyongsong hari untuk membangun masa depan kita. Karena orang yang sukses selalu belajar dari apa yang dialaminya untuk kemudian mencari solusi agar dapat memilih keputusan terbaik baginya.

Pandangan Hidup

      Setiap manusia yang hidup di dunia mempunyai suatu pandangan hidup. Karena pandangan hidup akan menentukan masa depan seseorang nantinya. Untuk itu, kita perlu mengerti apa arti dari pandangan hidup itu sendiri. .. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arah tujuan, dan petunjuk untuk hidup didunia ini. Pendapat dan pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman yang dialami olehnya, menurut waktu dan tempat hidupnya.

      Dengan demikian, pandangan hidup itu bukan timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui waktu dan proses yang amat lama dan terus – menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan nyata seseorang dalam menyongsong masa depannya. 

    Dalam menjalani kehidupan ini, kita sebagai penerus bangsa tentu amat memerlukan arti pandangan hidup kita. Dengan adanya suatu pandangan hidup, kita akan termotivasi dalam melakukan segala aktivitas yang ada. Selain itu, kita tidak lagi bingung nantinya akan arah tujuan kita selanjutnya, karena kita telah memiliki pandangan hidup, dan telah memikirkan segalanya sesuai dengan pengalaman hidup kita sebelumnya.  

   Kita tentu sebagai manusia mempunyai suatu pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai suatu tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.  

        Untuk itu kita perlu mengenal apa yang sebenarnya kita inginkan untuk kedepannya, apa yang menjadi motivasi kita dalam mencapai suatu tujuan  hidup kita nanti. Untuk membangun itu semua, cukup jalani hidup kita dengan semestinya, lakukan segala yang kita bisa dengan hasil terbaik. Lama kelamaan kita akan tahu dengan sendirinya pandangan hidup kita ingin seperti apa nantinya. .

Manusia dan Kegelisahan


       Dalam pembahasan ini saya mendapat tugas untuk membahas manusia dan kegelisahan. Sebelum kita membahas tentang manusia dan kegelisahan, kita perlu mengetahui tentang pengertian dari kegelisahan itu sendiri. Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang mempunyai pengertian sebuah perasaan yang tidak tenang, selalu merasa khawatir, perasaan cemas akan sesuatu, perasaan tidak sabar. Jadi kegelisahan adalah sesuatu hal yang menggambarkan tingkah laku seseorang yang tidak tentram hatinya atau pun perbuatannya, selalu merasa khawatir, ketidaktenangan dalam menghadapi sesuatu masalah, perasaan tidak sabar ataupun kecemasan akan sesuatu.

        Kegelisahan yang dialami oleh seseorang dapat dilihat dari tingkah laku atau gerak-gerik dalam situasi tertentu yang dialami orang tersebut. Tingkah laku atau gerak-gerik yang orang saat mengalami kegelisahan umumnya berbeda dengan biasanya, misalnya :

- Berjalan mondar-mandir dalam sebuah ruangan tertentu sambil menundukkan kepala
- Memandang jauh ke depan sambil mengepalkan tangannya (pandangan kosong)
- Duduk termenung sambil memegang kepalanya
- Duduk dengan wajah murung atau sayu
- Malas berbicara
- Dan lain-lainnya

Dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Masalah yang menyangkut kecemasan atau pun kegelisahan saling berkaitan dengan masalah frustasi, masalah frustasi yang dialami seseorang secara teori disebabkan karena apa yang diinginkan oleh orang tersebut tidak tercapai.
Menurut Sigmund Freud ahli psikoanalisa, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.

- Kecemasan Nyata (Objektif)

       Merupakan kecemasan tentang sebuah kenyataan, seperti suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dari dunia luar. Bahaya merupakan sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya yang telah dialami dan timbulnya kegelisahan mungkin bersumber dari sifat pembawaan, bahwa seseorang mempunyai kecenderungan untuk menjadi takut jikalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau pun keadaan tertentu di lingkungannya. Misalnya pada saat seseorang pernah terkejut melihat bayangan putih saat ia hendak tidur. Rasa terkejut yang sedemikian hebat akan selalu terbayang di dalam pikiran orang tersebut, jika orang tersebut hendak pergi/pulang malam-malam sendirian ia akan takut akan tempat-tempat sepi dan gelap.

- Kecemasan Neorotis (Syaraf)

       Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah seseorang. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi 3 macam yaitu :

1. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungannya. Kecemasan akan bayangannya sendiri atau takut akan id-nya sendiri, sehingga ia menekan dan menguasai ego. Kecemasan ini akan menjadi sifat dari orang-orang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa akan terjadi sesuatu yang hebat.
2. Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk atau aplikasi khusus dari phobia ini adalah intensitas ketakutan seseorang yang melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ia takutkan.
3. Perasaan gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini muncul secara tiba-tiba tanpa ada provokasi/sumber yang tegas. Sebuah reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari sebuah kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendakinya meskipun ego dan superego orang tersebut melarangnya.

- Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Setiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain : iri, benci, dendam, marah, dengki, gelisah, cinta dan rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu, sering alasan untuk iri, benci, dengki, dendam itu kurang dapat dipahami orang lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan akan mengakibatkan manusia merasakan khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.

Sebab - sebab Orang Mengalami Kegelisahan

- Manusia pada hakikatnya takut akan kehilangan hak-hak yang telah dia dapatkan, hal ini terjadi karena adanya suatu ancaman dari luar maupun ancaman dari dalam.